` Mereka Adalah Amanah di Pundak Kalian : Pondok Pesantren Imam Bukhari Surakarta

Mereka Adalah Amanah di Pundak Kalian

Sat 25 صفر 1440AH 3-11-2018AD Artikel dan Kajian, Hadits Tags:

الحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ، جَعَلَ الأَوْلَادَ الصَالِحِيْنَ قُرَّةَ أَعْيُنٍ لِآبَائِهِمِ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَريْكَ لَهُ وَلُّي المُؤْمنيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ الأَنْبيَاءِ وَاْلمُرْسَليْنَ، صَلَّى اللهُ عَليْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًاَ كَثِيْرًا، أَمَا بَعْدُ:

Kaum Muslimin, ketahuilah bahwa masyarakat yang saleh terbangun dari keluarga yang saleh. Keluarga yang saleh terbentuk dari seorang istri sholehah. Seorang penyair berkata:

الأُمُّ مَدْرَسَةٌ إِذَا أَعْدَدْتَهاَ أَعْدَدْتَ شَعْبًا طَيِّبَ اْلأَعْرَاقِ

Ibu adalah sebuah madrasah yang jika engkau menyiapkannya        Berarti engkau menyiapkan lahirnya masyarakat berbudi baik

 

Ya, istri salehah mrupakan pondasi rumah tangga, ia mampu menjaga rahasia keluarga, menjaga diri demi suami, menjaga harta suami dan anak. Alloh berfirman:

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). (An-Nisa’: 34

 

Oleh dasar ini, maka seorang lelaki Muslim harus memilih pasangan hidup seorang wanita yang salehah. Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Pilihlah wanita karena agamanya, niscaya engkau beruntung”. (Muttafaq ‘Alaih)

 

Barang siapa setelah pernikahannya dianugerahi keturunan, perhatikanlah dan bekerja samalah untuk mendidik mereka sedari dini. Nabi bersabda:

مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk menunaikan sholat di saat mereka berumur tujuh tahun, pukullah mereka untuk itu saat mereka berusia sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur diantara mereka”. (HR.Abu Dawud)

Inilah bentuk pendidikan berkala untuk mereka semenjak dini. Dan tentu, pendidikan ini membutuhkan sebuah kesabaran dan pengorbanan. Namun karena kesabaran ini dalam ketaatan kepada Allah, pastinya akan berbuah manis.

Sang ayah dan sang ibu saling kerja sama mendidik anak-anak. Sang ibu memberi perhatian lebih kepada putrinya untuk mendidiknya berakhlak baik, menutup aurat danmemiliki rasa malu. Sang ayah memberi perhatian lebih kepada putranya agar membiasakan diri dengan sifat jantan, adab seorang lelaki. Sehingga dengan demikian akan muncul anggota keluarga yang saleh dan bermanfaat baik untuk kehidupannya dan setelah kematiaannya.

Ma’asyiral muslimin,

Jika sebuah keluarga tidak mau bersabar mendidik, keluarga ini akan rusak. Sungguh suatu realita yang banyak terjadi di kehidupan rumah tangga. Kemana sang ayah? Kemana sang ibu? Sang ayah siang malamnya larut mengejar dunia. Sang ibu sibuk jalan-jalan, atau kumpul-kumpul dengan dalih studi maupun kerjaan. Sang anak? Nasibnya dibuang kepada pembantu ataupun tempat penitipan. Kalian kemanakan amanah ini? amanah anak pada pundak kalian.

Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya anak adalah amanah yang akan diminta pertanggung jawabannya, sabda Nabi :

وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا

Seorang lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya, ia akan ditanya tentang mereka. Seorang wanita pemimpin terhadap rumah suaminya ,ia akan ditanya tentangnya. (Muttafaq ‘Alaihi).

Barang siapa menyiakan siapa yang dibawah tanggung jawabnya, sungguh dia mendapat ancaman keras di hari kiamat. Nabi  bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ الله رَعِيَّةً، يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

Tidaklah seorang hamba yang Alloh berikan kekuasaan untuk mengurusi suatu rakyat (bawahan), kemudian tatkala hari ia meninggal itu masih dalam kondisi mencurangi mereka, melainkan Alloh haramkan surga atasnya. (HR. Muslim)

 

Bertakwalah, terlebih lagi di zaman seperti sekarang dimana gelombang fitnah begitu keras menerjang. Fitnah begitu mudahnya masuk menembus rumah melalui internet dan sarana lainnya. Berbagai macam keburukan datang anak baik melalui bacaan, audio maupun video hanya dengan ia duduk manis di rumahnya. Sungguh sekarang sangat mudah sebuah media penyebar keburukan, media perusak dan penghancur agama, akidah, pemikiran dan akhlak masuk kepadanya tanpa disadari orang tua.

Kaum Muslimin,

Orientasi orang tua sekarang lebih pada urusan dunia, mengejar bisnis dan kekayaan. Padahal anak adalah kekayaan orang tua sesungguhnya. Jika orang tua menyia-nyiakan mereka, artinya mereka telah menyia-nyiakan agama dan dunia dan kelak menjadi penyesalan di masa akan datang.

Bertakwalah kepada Alloh, sungguh akan sangat berbahaya jika di zaman fitnah seperi ini kebanyakan dari orang tua lalai dari hal ini. Maka kewajiban orang tua untuk mengawasi dan memperhatikan anak, mengajak mereka ke masjid jika anak sudah cukup besar dan tidak mengganggu jama’ah, mengajak mereka menghadiri kajian yang bagus, menyertakan mereka di majelis agar mereka terbiasa dengan akhlak yang baik.

Setiap anak terlahir di atas fitrah yang baik laksana tanah yang subur. Namun kebaikan ini dapat rusak disebabkan pendidikan yang buruk. Nabi bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Setiap anak dilahirkan diatas fithrah. Kedua orangtuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi”. (HR. Bukhari)

Pendidikan buruk terjadi disebabkan orang tua lalai atau karena sibuk mengikuti media-media yang merusak keluarga dan masyarakat Islam; media yang memang dilancarkan musuh Islam untuk tujuan tersebut.

Mari melihat bersama kondisi sekeliling kita saat ini. Mari melihat fitnah di sekeliling kita, mari kita lihat banyaknya masyarakat yang rusak dan negara yang hancur. Ini adalah hukuman dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Kewajiban kita untuk berhati-hati, agar musibah yang menimpa mereka tidak menimpa kita. Allah berfirman:

وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ  

Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim” (Hud: 83)

 

Kaum Muslimin, sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (At-Tahrim: 6)

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنَا بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلبَيَانِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ اْلمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ وَتَوْبُوْا إِلَيْهِ، إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khuthbah kedua

الْحَمْدُ ِللهِ عَلَى فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا ِإلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا،   أَمَا بَعْدُ:

Ma’asyiral Muslimin,

Jika kemudian kita begitu perhatian terhadap anak dalam masalah dunia dengan memilihkan sekolah demi dunia, pendidikan demi karir dan pekerjaaan, dan lainnya. Namun, apakah kita memperhatian kehadiran mereka ke masjid untuk shalat berjama’ah, mendapatkan kajian ilmiyyah dan ibadah lainnya?. Sudahkah kita menjaga mereka dari teman-teman yang buruk?. Menjaga mereka dari pemikiran menyimpang yang tersebar secara terang-terangan maupun tersembunyi?. Narkoba?. Miras?. Mana sikap sikap kita terhadap anak-anak kita sendiri?.

Benar, kebaikan dan kesalehan hanya di tangan Allah. Namun, apakah kita sudah mengusahakannya?. Kita harus mengusahakannya, karena jika kita mengerahkan usaha untuk itu, pasti Allah akan membantu kita. Allah berfirman:

وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan”. (Hud: 15)

 

Kaum muslimin, bertakwalah kepada Allah. Mari kita perhatikan anak kita sebelum kendali itu lepas hingga berujung penyesalan.  

(إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ نَبِيُّنَا مُحَمَّد، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، الْأَئِمَّةِ اْلمَهْدِيِّيْنَ، أَبيْ بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَعُثْمَانَ، وَعَلِيٍّ، وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلَاَم وَاْلمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَاجْعَلْ هَذَا اْلبَلَدَ آمنًا مُسْتَقَرًّا وَسَائِرَ بِلَادِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَمِنْ فُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَمِنْ تَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، نَعُوْذُ بِكَ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ وَمَكْرُوْهٍ، وَمِنْ كُلِّ شَرٍّ وَفِتْنَةٍ، اللَّهُمَّ احْفَظْ هَذِهِ اْلبِلَادَ وَسَائِرَ بِلَادِ اْلمُسْلِمِيْنَ مِنْ كِيْدِ اْلكَائِدِيْنَ وَتَدْبِيْرِ اْلكَفَرَةِ وَاْلفَاسِقِيْنَ، اللَّهُمَّ  احْفَظْهَا آمِنَةً مُسْتَقَرَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ شَبَابَنَا، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ بَنَاتِنَا، وَأَصْلِحْ أَبْنَاءَنَا وَذُرِّيَّاتِنَا، (رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ)، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاتَنَا وَاهْدِهِمْ سُبُلَ السَّلاَمِ، اللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى اْلحَقِّ، اللَّهُمَّ أَيِّدْهُمْ بِاْلحَقِّ وَأَيِّدِ اْلحَقَّ بِهِمْ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ، (رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ).

عِبَادَ الله، (إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ)، (وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلا تَنقُضُوا الأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمْ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ)، فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Disusun oleh: Muhammad Yunus, Lc (Staf Pengajar Pondok Pesantren Imam Bukhari Surakarta.)


Posting terkait dengan Mereka Adalah Amanah di Pundak Kalian







Hubungi bagian Sekretariat Pondok

Hubungi Kami