` Siapakah Ahlu Sunnah Wa al-Jama’ah ? : Pondok Pesantren Imam Bukhari Surakarta

Siapakah Ahlu Sunnah Wa al-Jama’ah ?


      A. Mukaddimah

Kata ahlu sunnah tidak asing lagi bagi kaum muslimin karena sering terdengar di telinga, terbaca mata di banyak tulisan, banyak yang mengaku sebagai ahlu sunnah, dan tidak sedikit yang menyalah gunakan kata ini untuk menutupi perbuatannya yang menyimpang dari sunah Nabi . Namun tidak banyak yang faham makna ahlu sunnah yang sebenarnya. Maka tulisan ini akan membahas sedikit tentang arti ahlu sunnah, hakikat mereka, dan keistimewaan nama ahlu sunnah. Semoga tulisan ini bermanfaat.

     B. Definisi Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah

  1. Arti ahlu adalah orang yang paling spesialis. Dikatakan ahlu as-syai’ berarti orang yang paling spesialis terhadap sesuatu tersebut. Ahlu al-bait berarti penghuni rumah. Ahlu al-Islam berarti pemeluk islam. “ahlu al-mazhab” berarti penganut mazhab. Maka “ahlu sunnah” berarti orang yang paling khusus terhadap sunnah, paling banyak berpegang teguh dengannya, dan mengikutinya dalam ucapan, perbuatan dan keyakinan.
  2. Arti “sunnah” menurut bahasa: cara dan jalan hidup. Imam Ibnu Mandzur berkata bahwa kata sunnah berarti jalan hidup yang baik maupun yang buruk. Adapun para ulama akidah menyebutkan bahwa “sunnah” adalah petunjuk Rasulullah dan Shahabatnya radiyallahu anhum baik dalam ilmu, keyakinan, ucapan maupun perbuatan. Inilah sunnah yang harus diikuti, karena pengikutnya akan dipuji dan penentangnya akan dihina dan direndahkan. Sebagaimana sabda Nabi :

 

وَجُعِلَ الذَّلُّ والصَّغارُ عَلَى مَنْ خَالَف أَمرِي

 

“Dan dijadikan terhina lagi rendah orang-orang yang menyelisihi sunnah (perintahku)”.  

 

Oleh karena itu jika dikatakan bahwa si fulan termasuk ahli Sunnah maka berarti ia termasuk orang yang mengikuti jalan dan jejak yang lurus lagi terpuji.

  1. Arti “jama’ah” menurut bahasa diambil dari kata dasar : ”jama’a” (mengumpulkan) berkisar pada “al-jam’u” (kumpulan), “al-ijma” (kesepakatan), “al-ijtima’” (perkumpulan) yang merupakan lawan kata “at-tafarruq” (perpecahan).

Adapun menurut istilah para ulama akidah jama’ah adalah generasi salaf dari umat ini, termasuk para Shahabat Nabi, para Tabi’in dan semua yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari akhir. Mereka adalah orang-orang yang bersepakat untuk menerima kebenaran yang nyata dari al-Quran dan as-Sunnah.

Maka Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan al-Quran dan as-Sunnah dengan mengikuti jalannya para Shahabat radiyallahuanhum, para Tabi’in dan para Tabi’u Tabi’in rahimahumullahu ta’ala, serta berkumpul di atas sunnah dan tidak berpecah belah.

Berkata Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu ta’ala : “Mereka adalah orang-orang yang komitmen memegang Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya dan apa-apa yang telah disepakati oleh generasi pendahulu yang pertama, dari kalangan Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik”.

       

       C. Nama-nama Ahlu as-Sunnah wa al-Jama’ah

Nama lain dari Ahlus Sunnah adalah:

  1. Ahlu al-Jama’ah, Mereka disebut dengan ahlu al-Jama’ah karena mereka bersatu diatas kebenaran, dan tidak berpecah belah. Berbeda dengan kelompok-kelompok yang lain mereka tidak bersatu diatas al-haq tetapi mengikuti hawa nafsu mereka.
  2. Ahlu al-Hadits, nama ini banyak disebutkan oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka. Seperti Imam Abu Utsman as-Shabuny rahimahullahu ta’ala dalam kitabnya Aqidah as-Salaf wa Ashab al-Hadits, Imam Abu Bakar al-Isma’ily rahimahullahu ta’ala dalam kitabnya I’tiqod Aimmati Ahli al-Hadits dan Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu ta’ala dalam Dar’u Ta’arudh al-‘Aql wa an-Naql.
  3. Ahlu al-Atsar, nama ini juga sering disebutkan para ulama kepada Ahlu Sunnah karena mereka mengambil akidah yang bersumberkan dari al-Quran dan as-Sunnah yang sahih dari Shahabat dan Tabi’in. Seperti ucapan Imam Ibnu Abi Hatim rahimahullahu ta’ala : “Mazhab dan pilihan kami adalah mengikuti Rasulullah, Shahabatnya, Tabi’in dan berpegang dengan mazhabnya Ahlu al-Atsar, seperti Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal”.  Ia juga mengatakan : “ciri-ciri ahli bid’ah adalah mencela Ahli al-Atsar”.
  4. As-Salaf/Salafiyun, Yaitu penisbatan kepada generasi salaf, sedangkan arti salaf adalah jama’ah/orang-orang yang terdahulu. Oleh karena itu generasi terdahulu dari Shahabat dan Tabi’in disebut dengan as-Salaf as-Salih.
  5. Al-Firqah an-Najiyah, yaitu kelompok yang selamat dari Neraka, inilah kelompok yang dikecualikan Nabi dalam haditsnya : “Umat ini akan berpecah belah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu, yaitu apa yang aku dan Shahabatku berada diatasnya”. Maka kelompok yang selamat adalah yang menempuh jalan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para Shahabatnya radiyallahu anhum.
  6. At-Thaifah al-Manshurah, yaitu kelompok yang ditolong. Nama ini diambil dari hadits Nabi :

 

لَنْ يَزَالَ قَوْمٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى النَّاسِ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ

 

“Akan senantiasa ada kelompok dari umatku yang tegak di atas kebenaran sampai datang kepada mereka urusan Allah, dan mereka dalam kemenangan”.

 

     D. Keistimewaan nama-nama lain Ahlu Sunnah, diantaranya :

 

  • Nama-nama tersebut merupakan penisbatan yang tidak pernah terpisah dengan umat Islam, ia mencakup seluruh kaum muslimin diatas jalan generasi pertama serta orang-orang yang mengikuti mereka dalam mengambil ilmu dan metode memahaminya serta karakteristik dakwahnya.
  • Nama-nama tersebut mencakup Islam secara keseluruhan, al-Quran dan as-Sunnah.
  • Nama-nama tersebut sebagiannya ditetapkan dengan sunnah yang sahih, sebagian lagi tidaklah muncul kecuali untuk untuk membedakan diri dari pengekor hawa nafsu dan kelompok-kelompok sesat, melawan mereka, dan membantah bid’ah-bid’ah mereka.
  • Nama-nama ini tidak mendorong bagi mereka untuk fanatik kepada individu tertentu kecuali kepada Rasulullah .

 

  1. Nama-nama ini tidak menghantarkan kepada bid’ah, tidak pula mendorong untuk fanatik kepada golongan tertentu. Wallahua’lam.

Posting terkait dengan Siapakah Ahlu Sunnah Wa al-Jama’ah ?







Hubungi bagian Sekretariat Pondok

Hubungi Kami