` Tata Cara Mandi Junub : Pondok Pesantren Imam Bukhari Surakarta

Tata Cara Mandi Junub

Sat 25 صفر 1440AH 3-11-2018AD Artikel dan Kajian, Hadits Tags:

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam Sahih keduanya:

عن عائشة رضي الله عنها قالت: “كان رسول الله إذا اغتسل من الجنابة يبدأ فيغسل يديه ثم يفرغ بيمينه على شماله فيغسل فرجه ثم يتوضأ وضوءه للصلاة ثم يأخذ الماء فيدخل أصابعه في أصول الشعر حتى إذا رأى أن قد استبرأ حفن على رأسه ثلاث حفنات ثم أغاض على سائر جسده ثم غسل رجليه.” متفق عليه وهذا لفظ مسلم وفي لفظ: “أن النبي اغتسل من الجنابة فبدأ فغسل كفيه ثلاثا” وفي لفظ لهما: ثم يخلل بيده شعره”، وفي لفظ البخاري : حتى إذا ظن أنه قد أروى بشرته أفاض عليه الماء ثلاث مرات.”

 

“Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata: adalah Rasulullah g  jika mandi janabah beliau memulainya dengan membasuh kedua tangannya kemudian mengambil air dengan kanannya dan dituang ke tangan kiri lalu membasuh kemaluannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat , lalu mengambil air dan menyela-nyela pangkal rambutnya dengan jari sehingga jika beliau merasa telah membasahi rambutnya maka beliau membasuh kepalanya tiga gayungan dengan kedua tangannya lalu membasuhi seluruh tubuhnya dan mencuci kedua kakinya” (HR. Bukhari no. 316 dan Muslim no. 248).  Redaksi ini dari Muslim.

Redaksi lain menyebut: “bahwa Rasulullah ﷺ mandi janabah maka beliau memulai dengan mencuci kedua telapaknya tiga kali”.

Pada redaksi keduanya dikatakan:”kemudian menyela-nyela rambutnya denga tangan.”.

Pada redaksi Bukhari disebutkan: “sehingga jika beliau yakin telah membasahi kulit kepalanya maka beliau menyiram rambutnya tiga kali”.

 

Arti Perkata:

(حفنات):  bentuk plural dari -حفن- memenuhi  telapak tangan atau keduanya dengan sesuatu (Al-Mu’jam al-Washith cet. 4)

أروى بشرته

(أروى) : adalah fi’il madhi dari kata -الإرواء- cth: -أرواه- menjadikannya puas dari dahaga, dan yang di maksud dengan Basyarah atau kulit adalah yang tempat tumbuhnya rambut. (Lihat di kitab Fathul Baari cet. Daar Thaibah)

 

Penjelasan:

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

كان رسول الله إذا اغتسل من الجنابة

Jika (Rasulullah jika) ingin mandi”,.

Kata “Min” (yang bergaris bawah), menunjukkan penyebab hal tersebut. Yaitu hendak mandi karena janabah.

فيغسل يديه

Beliau memulai dengan membasuh kedua tangannya”:  

dalam redaksi Bukhari dengan lafaz:

فغسل يديه

Telah membasuh”.

Hal itu mengesankan seolah-olah Rasulullah membasuhnya karena kotoran yang berada di kedua tangannya.

ثم يتوضأ وضوءه للصلاة

Kemudian Rasulullah berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat”.

Maka tidak bisa diartikan dengan wudhu secara bahasa, dan ada kemungkinan bahwasanya wudhu itu adalah sunnah tersendiri sebelum mandi dikarenakan masih diwajibkan membasuh anggota wudhu tadi ketika mandi.

فيدخل أصابعه في أصول الشعر

Maka beliau menyela-nyela ke pangkal rambut dengan jari-jarinya”.

Rasulullah melakukan tersebut untuk menjadikan rambut itu lembut dan basah sehingga memudahkan air merata ke sela-sela kepala.

Pada redaksi Bukhari

“menyela dengannya” atau dengan jari setelah beliau mencelupkannya ke air.

 

Permasalahan yang terkati dengan hadits di atas:

  1. Wudhu sebelum mandi

Wudhu sebelum mandi hukumnya sunnah menurut Jumhur Ulama kecuali Abu Tsaur dan Daud Azh-Zhahiry (Shahih Fiqhis-sunnah Jilid 1 hal. 150 cet. Darut-taufiqiyyah litturats).

Dan bagaimana hukum berkumur dan menghirup air melalui hidung dalam mandi junub?

Ats-tsaury, Abu Hanifah dan pengikutnya, dan pendapat yang terkenal dari Madzhab Hanbaly  juga ‘Athaa Ibnul-Mubarak berpendapat bahwa keduanya wajib dengan dalil di bawah ini:

*. Hadits yang diriwayatkan secara Marfu’

المضمضة والاستنشاق ثلاثا للجنب فريضة

“Berkumur dan menghirup air tiga kali bagi orang yang junub adalah wajib”. (Hadits ini “Maudhu’” diriwayatkan oleh Ad-Daraquthniy secara Mursal (terputus pada sahabat))

*. Perbuatan Rasulullah pada hadits Maimunah juga hadits dari ‘Aisyah adalah penjelasan dari ayat surat Al-Maidah ayat 6

Sedangkan Imam Malik, Asy-Syafi’ie, Al-Laits, Al-Auza’iy dan mereka juga jumhur mengatakn bahwasanya itu sunnah dalam mandi junub dengan dalil di bawah ini:

*. Wudhu ketika mandi junub hukumnya bukanlah wajib sedangkan berkumur dan menghirup air melalui hidung adalah bagian dari wudhu, jika wudhu tidak wajib maka keduanya pun mengikutinya (hukum wudhu)

*.  Sabda Rasulullah g kepada Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha:

إنما يكفيك أن تحثى على رأسك ثلاث حثيات من ماء ثم تفيضين عليك الماء، فإذا أنت قد طهرت

“Cukup bagimu membasuh kepalamu tiga kali dengan telapak tanganmu kemudian alirkan air ke seluruh tubuh, maka kamu sudah suci.”

Kalau saja tidak ada hadits Ummu Salamah di atas maka mewajibkan keduanya (berkumur dan menghirup air melalui hidung) sangatlah kuat, akan tetapi hadits Ummu Salamah menunjukkan dalil yang sangat kuat bahwasanya batasan yang mencukupi dalam mandi adalah yang terdapat dalam hadits tersebut dan tidak disebutkan keduanya, dan juga tidak bisa dikatakan kalau keduanya sudah termasuk dari perkataan beliau g (ثم تفيضين عليك الماء) karena secara jelas itu memiliki makna “ mengalirkan”, jadi yang kuat adalah pendapat Jumhur Ulama bahwasanya dianjurkan berkumur dan menghirup air dari hidung ketika mandi, bukan hukumnya wajib Wallahu A’lam. (Shahih Fiqhis-sunnah Jilid 1 hal. 152 cet. Darut-taufiqiyyah litturats).

  1. Kapan membasuh kedua kaki?.

Secara zhahir pada hadits Maimunah Radhiyallahu ‘anha bahwasanya Rasulullah g mengakhirkan mencuci kedua kakinya sampai beliau menyempurnakan mandinya sebagaimana pada redaksi Bukhari no. 260 (فلما فرغ من غسله غسل رجليه) “ketika beliau selesai mandi kemudian mencuci kedua kakinya”.

Sedangkan hadits ‘Aisyah tidak ada melainkan beliau g berwudhu sebelum mandi, pada kedua hadits ini ulama memiliki empat pandangan:

*. Dianjurkan mengakhirkan mencuci kedua kaki sebagaimana hadits Maimunah Radhiyallahu ‘anha dan ini pendapat Jumhur.

*. Berwudhu dengan sempurna sebelum mandi sebagaimana hadits ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha karena itu mengabarkan kebiasaan Rasulullah g ketika mandi dari janabah beda dengan hadits Maimunah yang hanya berkaitan dengan satu keadaan saja. Dan ini adalah madzhab Syafi’ie juga Riwayat dari Malik dan Ahmad.

*. Seseorang boleh memilih antara mendahulukan mencucinya ketika wudhu atau mengakhirkan setelah mandi, dan ini adalah Riwayat dari Ahmad

*. Kalau mandi di tempat kotor maka mengakhirkan mencuci kedua kaki kalau tidak maka berbarengan dengan wudhu dan ini adalah madzhab Malik.

Yang kuat adalah pendapat terakhir, namun perkara ini sangatlah luas Wallahu A’lam. (Shahih Fiqhis-sunnah Jilid 1 hal. 152 cet. Darut-taufiqiyyah litturats).

Dan sebagai tambahan Syekh Dr. Muhammad bin Bakhit Al-Hujaily Hafizhahullah mengatakan dalam Syarah Muharrar karangan beliau: “disunnahkan mencuci kedua kaki dua kali, satu kali ketika wudhu dan lainnya ketika selesai mandi baik dia sudah membasuh ketika wudhu atau tidak ini adalah pendapat yang terkenal dalam madzhab Hanbaly.

U6013

Disusun oleh: Shuhaib, BA. ( Staf pengajar Pondok Pesantren Imam Bukhari Surakarta.)


Posting terkait dengan Tata Cara Mandi Junub







Hubungi bagian Sekretariat Pondok

Hubungi Kami