` Profil Pondok : Pondok Pesantren Imam Bukhari Surakarta

Profil Pondok

Fri 8 ربيع الأول 1440AH 16-11-2018AD Profil Pondok

Gambaran Umum Pondok Pesantren Imam Bukhari

  1. Sejarah Kelahiran

Pondok Pesantren Imam Bukhari adalah lembaga pendidikan Islam swasta di bawah naungan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta yang dirintis sejak tanggal 6 Juni 1994, berkantor di Gedung Umat Islam lantai 2 Kartopuran Solo. Pondok Pesantren ini didirikan karena dua faktor, yaitu : faktor eksternal dan faktor internal.

a. Faktor eksternal

  • Keprihatinan terhadap kondisi umat Islam di Indonesia khususnya di Surakarta yang dalam praktek ibadah beragama jauh dari tuntunan Al Qur’an dan sunnah Nabi.
  • Tersebarnya kesyirikan, kekufuran, khurafat dan tahayul begitu nyata di tengah masyarakat yang mayoritas muslim ini.
  • Munculnya berbagai macam aliran dan pemikiran keagamaan yang menyimpang dari pemahaman Rasulullah dan para shahabat.

b. Faktor internal

  • Keinginan kuat berdakwah di atas sunnah nabi di tengah masyarakat.
  • Memfokuskan putra-putri pengurus yayasan secara khusus dan kaum muslimin secara umum untuk belajar agama dan menghafalkan Al Qur’an.
  • Keinginan memiliki lembaga pendidikan sendiri sehingga memudahkan dalam menentukan kurikulum mandiri sesuai dengan skala prioritas dakwah.

Pondok Pesantren Imam Bukhari, melihat sejarah dan perkembangannya mengalami tiga periode yaitu :

  1. Periode I: Periode Perintisan pada tahun 1994-1999

Sebelum bernama Pondok Pesantren Imam Bukhari, perintisan awal adalah bernama Pondok Pesantren Ibtidayyah Tahfidzul Qur’an. Pondok Pesantren ini membuka pendidikan untuk anak-anak usia 5 – 6 tahun yang ditampung dalam program i’dad (pra SD) dengan masa belajar satu tahun untuk putra dan putri (terpisah) yang kemudian berlanjut ke program Ibtida’iyah (SD) selama enam tahun untuk putra dan putri (terpisah) dengan program unggulan hafalan Al Qur’an 30 juz.

Sebagai awal perintisan -dikarenakan belum memiliki lokal sendiri- pendirian pondok pesantren Ibtidaiyyah Tahfidzul Qur’an dialokasikan di rumah-rumah milik warga dengan status kontrak yang berada di kelurahan Jajar, kecamatan Laweyan, Surakarta.

Pondok pesantren perintisan ini dikelola oleh tenaga-tenaga mahasiswa dan alumni PTN dan PTS di Surakarta ditambah tenaga-tenaga lulusan pesantren dan SLTA yang memiliki spirit tinggi dalam perintisan lembaga. Meski miskin pengalaman, mereka saling bahu-membahu dalam mengembangkan lembaga pendidikan ini dengan penuh semangat, rasa kekeluargaan dan tanpa pamrih.

Berdirinya lembaga pendidikan ini cukup menarik minat masyarakat. Di awal penerimaan, sudah terdaftar lebih dari 60 santri putra dan putri dari berbagai wilayah, Surakarta dan luar Surakarta seperti Jabotabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Riau, Padang dan Palembang. Pengelolaan yang masih sederhana dengan minimnya SDM dan fasilitas ternyata tidak menghalangi minat para orang tua/wali santri dari berbagai daerah untuk menitipkan putra-putrinya di lembaga ini

Program Pendidikan lain di bawah naungan Yayasan Lajnah Istiqomah adalah Madrasah Tadribut Duat (pengkaderan ustadz) di Gembongan Kartosuro Solo dan Madrasah Tarbiyatun Nisa’ (Pengkaderan Ustadzah dan Hafidzah) di Kebakramat Sragen yang kemudian pindah ke Gembongan Kartosuro juga. Kedua madrasah menampung lulusan SLTA/sederajat untuk belajar agama dan menghafal Al Quran selama 3 tahun, yang mana lulusannya kelak akan direkrut sebagai tenaga pengajar di pondok ini.

Perjalanan mengkontrak selama kurang lebih lima tahun dengan penuh kesabaran dan harapan, akhirnya Allah memberikan rizki kepada lembaga ini dengan adanya tanah wakaf sekitar 3.000m dan beberapa lokal bangunan di atasnya di jalan Solo-Purwodadi Km. 8, tepatnya di dusun Ngangkruk desa Selokaton, kecamatan Gondangrejo, kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dari suami istri muhsinin Solo. Pada tahun 1998 berpindahlah pondok pesantren Ibtidaiyyah Tahfidzul Qur’an putri, Madrasah Tarbiyyatun Nisa’ dan Madrasah Tadribud Duat ke lokasi yang baru ini.

Di tahun 1998 rizkipun bertambah dari muhsinin luar negeri dengan membebaskan tanah sekitar 6.000m serta mendirikan lokal bangunan seperti masjid 2 lantai, 6 lokal kelas, 1 kantor guru, gedung perkantoran, 7 lokal asrama, dapur, beberapa kamar mandi dan 9 perumahan ustadz. Setelah proses pembangunan selesai, berpindahlah Pondok Pesantren Ibtidaiyyah Tahfidzul Qur’an Putra ke lokasi yang baru ini.

2. Periode II: Periode Perkembangan pada tahun 1999-2010

Mulai tahun 1999 semua lembaga pendidikan yang berada di bawah yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, yaitu Madrasah Ibtidaiyah Tahfidzul Qur’an Putra dan Putri, Madrasah Ad Du’at dan Madrasah tarbiyatun Nisa sudah berkumpul di satu tempat kemudian dilebur menjadi satu nama yaitu “Pondok Pesantren Imam Bukhari”. Sekaligus tahun 1999 di resmikan sebagai tahun berdirinya Pondok Pesantren Imam Bukhari.

Mulai bulan Juli 1999, Pondok Pesantren Imam Bukhari pertama kali menerima santri lulusan SD/MI/sederajat yang dikelola dalam program Mutawasithah (setingkat SLTP) putra dan putri (terpisah) dengan lama belajar 3 tahun. Program Mutawasthah ini berlanjut ke program Tsanawiyah (setingkat SLTA) selama tiga tahun yang merupakan kesatuan pendidikan dari Program Mutawasithah.

Salah satu karakteristik yang menarik dari pembelajaran Pondok Pesantren Imam Bukhari adalah mempelajari kitab-kitab karya ulama’ Ahlussunnah yang sudah dikenal akan tetapi sistem pembelajarannya klasikal sehingga pesantren ini tergolong pondok pesantren komprehensif, di samping system menejemen yang dipakai adalah modern.

Pondok Pesantren Imam Bukhari pada tahun 2006 tepatnya pada tangggal 20 Juni mendapatkan pengakuan dan terdaftar sebagai penyelenggra program pendidikan salafiyah sebagai pola wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun melalui piagam Departemen Agama Republik Indonesia Kabupaten Karnganyar bernomor Kd.11.13/5/BA.00/1072/2016 yang bernomor statistik 512332013007 dibawah Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta. Kemudian diperbaharui dengan Piagam Izin Operasional Pondok Pesantren bernomor B-2288/Kk.11.13/4/PP.00/08/2016 dengan nomor statistik baru 510333130007 dan berlaku sampai dengan 26 Agustus 2021

Dalam perkembangannya, jumlah alumni yang cukup banyak dan beberapa ada yang kesulitan dalam melanjutkan study dikarenakan ijasah Tsanawiyah(setara SMA) belum diakreditasi, menjadi salah satu solusi adalah mengikuti program kesetaraan yang ijasahnya diakui setara pendidiikan formal. Alhamdulillah pada tahun 2005, berhasil menjalin kerjasama dengan Kementrian Pendidikan Nasional untuk menyelanggarakan program pendidikan kesetaraan paket A,B,dan C.

Di masa ini, pengurus Pondok Pesantren Imam Bukhari terus berupaya untuk meningkatkan dan mengembangkan lembaga pendidikan ini, dengan mengadakan kunjungan study banding ke pesantren-pesantren lain, mengupgrade asatidzah dan para pegawai, evaluasi semua kegiatan dan program kerja dan yang lainnya.

Akhirnya perkembangan pesantren sudah mulai nampak setelah berbenah sekitar 1 dasawarsa, walaupun belum begitu signifikan di antara buktinya dengan bertambah luas area menjadi 3 ha, bertambahnya lokal bangunan dan sarana prasarana yang diiringi dengan bertambahnya jumlah santri dan asatidzah.

Kegiatan belajar mengajar, halaqoh Al Qur’an, ekstra kurikuler dan yang lainnya juga berjalan dengan lebih baik dan kondusif. Kurikulum dan tata tertib kesantrian juga sudah tertata baik.

3. Periode III: Periode Kemajuan pada tahun 2011- sekarang

Periode ini dimulai dengan mendapat pengakuan (akreditasi) dari Universitas Islam Madinah Nabawiyah Kerajaan Saudi Arabia dengan nomor Pengesahan 979/13 Tanggal 29 Sya’ban 1432 H bertepatan tanggal 31 Juli 2011 M. Ini berarti ijasah Pondok Pesantren Imam Bukhari diakui standar nilainya untuk langsung mendaftar di Universitas Islam Madinah (UIM) Kerajaan Saudi Arabia (KSA).

Lulusan pesantren ini juga sudah mulai diterima diberbagai Universitas Islam yang ada di luar negeri seperti Universitas Islam di Madinah, Universitas Islam di Najran Saudi, Universitas Al Azhar di Kairo mesir, Universitas Islam di Maroko dan Universitas Islam di Sudan, juga yang diterima di dalam negeri seperti LIPIA Jakarta. Hal ini membuat peningkatan animo masyarakat untuk memasukkan putra-putrinya semakin pesat.

Di periode ini juga nampak peningkatan cukup signifikan dari bangunan, sarana prasarana dan fasilitas yang lain sebagai penunjang proses kegiatan belajar mengajar, pendidikan dan tarbiyah di pesantren ini. Penjagaan dan perawatannya juga semakin meningkat seperti dalam kebersihan halaman, kamar mandi, taman dan yang lainnya.

Kembalinya sebagian alumni yang selesai menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah untuk mengajar di pesantren ini juga termasuk faktor pendorong kemajuan. Para alumni adalah bagian yang tak terpisahkan dengan pesantren, karena rasa kepemilikan terhadap pondok sudah mendarah daging pada diri mereka.

Pada periode ini juga, Pondok Pesantren Imam Bukhari mulai menjadi tempat referensi pondok pesantren yang lain terutama pondok pesantren dalam tahap perintisan. Sebagai referensi dalam kurikulum, pengelolaan santri, manajemen, administrasi, dan yang lainnya.

  1. Letak Geografis

Pondok Pesantren Imam Bukhari terletak di dusun Ngangkruk RT 03 RW 01 Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57773, jalan Solo-Purwodadi Km 08 (koordinat 7°30’46” S – 110°48’48” T). Lokasi cukup strategis karena terletak di pinggir jalan raya propinsi dan mudah terjangkau dari arah manapun.

  • Rute dari arah Semarang, Jogja dan Surabaya menuju Terminal Tirtonadi Solo. Apabila berkendaraan pribadi langsung menuju jalur Gemolong/Purwodadi, ketika sampai km 08 jalan Solo Purwodadi maka telah sampai lokasi. Bila naik kendaraan umum, bisa naik colt jurusan Kalioso atau minibus jurusan Gemolong/Sumberlawang dengan membayar ongkos Rp 3.000,- turun di Pondok Pesantren Imam Bukhari. Apabila naik taksi pakai argo sekitar Rp 30.000,- menuju alamat Pondok Pesantren Imam Bukhari.
  • Rute naik kereta api turun di stasiun Solo Balapan atau stasiun Jebres atau stasiun Purwosari kemudian naik taksi menuju lokasi pondok pesantren Imam Bukhari atau naik kendaraan umum menuju terminal Tirtonadi kemudian menempuh jalan seperti nomor
  • Rute dari Bandara Adi Sumarmo Solo naik taksi bandara turun di alamat Pondok Pesantren Imam Bukhari dengan biaya Rp120.000,-.
  • Rute dari arah Purwodadi turun di jalan Solo Purwodadi Km. 08 Selokaton Gondangrejo.
  1. Visi, Misi, Nilai-Nilai dan Tujuan

Membentuk generasi thalibul ilmi yang bermanhaj salaf dalam beraqidah, beribadah, berakhlak, bermu’amalah dan berdakwah.

1. Misi

Menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk pondok pesantren bermanhaj salaf yang unggul dan amanahMenerapkan kurikulum berbahasa Arab dengan landasan AlQur’an dan Sunnah berdasarkan pemahaman salafus shalih. Menyelenggarakan pembinaan dan tarbiyah secara terpadu selama dua puluh empat jam.

2. Nilai-nilai

  • Mengajak umat untuk kembali kepada Al-Qur’ân dan Sunnah yang shahih dengan pemahaman salafush shalih, dan hidup Islami sesuai dengan manhaj ahlussunnah wal jama’ah.
  • Menghidupkan kebiasaan bersikap ilmiah berdasarkan Al-Qur’ân dan Sunnah dengan pemahaman salafush shalih
  • Menerapkan pola pendidikan Islam yang bertitik tekan pada tashfiyah dan tarbiyah.
  1. Tashfiyah berarti memurnikan ajaran Islam dari segala noda syirik, bid’ah, khurafat, gerakan-gerakan dan pemikiran- pemikiran yang merusak ajaran Islam.
  2. Tarbiyah berarti mendidik kaum muslimin menjadi terbiasa mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang sudah dipahami secara benar.
  3. Tujuan
  • Menghasilkan lulusan bermanhaj salaf yang kuat dasar keilmuannya, bersih pemahamannya dari unsur syirik, bid’ah, khurafat dan penyimpangan-penyimpangan lain, baik dalam bidang aqidah, ibadah, akhlak, mu’amalah maupun dakwah, dan terbiasa hidup Islami dengan mengamalkan adab-adab serta akhlak Islami berdasarkan pemahaman Salafus Shalih.
  • Menghasilkan lulusan yang peduli dengan lingkungan dan gemar beramar ma’ruf nahi mungkar dengan cara yang hikmah berdasarkan pemahaman Salafus Shalih.
  • Menghasilkan lulusan yang lancar berbahasa Arab, baik lisan maupun tulisan.
  • Menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi untuk melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas Islam atau perguruan-perguruan tinggi Islam, baik di Timur Tengah maupun di Indonesia.

3. Struktur Organisasi

Pondok pesantren Imam Bukhari memiliki struktur yang lengkap dan cukup baik. Hal ini bisa diketahui dari berbagai struktur yang didapatkan oleh penulis dari semua bagian, di antaranya:

  • Struktur Pengurus Yayasan

Susunan Pengurus Yayasan Lajnah Istiqomah:

Pembina : – Ahmas Faiz Asifuddin, Lc, MA

– Anas Burhanuddin, Lc, MA

Pengurus : – Ketua : Ahmad Fadhilah, S.Pd.I

– Sekretaris : Muhammad Mukti Rofi’i, S.Pd

– Bendahara : Nashiruddin Haryo Prabowo, ST

– Pengawas : Ade Saepudin, S.Pd.I

  • Struktur Pengurus Pondok

Ini merupakan Struktur Pengurus Pondok Pesantren Imam Bukhari, yang mana merekalah para pemikir dan pengembang kemajuan Pondok Pesantren.

 

 

Mudir : Ahmas Faiz Asifuddin, MA

Wakil Mudir Bidang Pengajaran : Ade Saepudin, S.Pd.I

Wakil Mudir Bidang Sekretariat : Muhammad Mukti R, S.Pd

Wakil Mudir Bidang Keuangan : PLT a.n Muhammad Mukti R, S.Pd

Wakil Mudir Bidang Sarana Prasarana : Nashiruddin Haryo P, ST

Ketua Ma’had Ali : Anas Burhanuddin, Lc. MA

Rais Ibtidaiyyah : Rahmad Rahadi, S.Pd.I

Rais Mutawasithah : Agus Santoso, S.Pd.I

Rais Tsanawiyyah : Rofi’i, Lc

Staff Khusus Pengembangan Dakwah : Suseno Adi Wibowo

Staff Khusus Perwakilan putri : Sri Tursilowati, S.Pd.I

Staff Khusus Pengembangan Maktabah : Ahmad Rasidi, S.Pd.I

Staff Khusus Pengembangan Usaha : Abu Salma Slamet.


Posting terkait dengan Profil Pondok







Hubungi bagian Sekretariat Pondok

Hubungi Kami